Aku akui kekerasaan sikap.ku yang kadang aku risih sendiri
akan hal itu, Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa, aku sadar kalau aku masih
belum bisa mengendalikan emosi dalam diir ini, apalagi saat berhadapan dengan
Ibu.ku.
Tinggal Enam hari lagi umurku akan berkuang setahun lagi,
tapi aku belum melakukan apa pun untuk Ibu.ku, hanya bisa memarahainya dalam
keegoisanku, tapi terkadang rasa kasian membuat.ku sadar akan kekerasan
kepalaku yang kadang membuat Ibu.ku sakit hati dan ingin menangis. Aku sadar akan
hal itu walau Ibu.ku tidak pernah menampakkan wajah sedihnya didepan.ku.
Walau terkadang aku sangat kecewa dengan sikap.mu Ibu, tapi
rasa bangga akan memiliki dan menjadi anak.mu lebih besar dari pada rasa
kekecewaan itu.
ketulusan hatimuw mengajarkan aku arti kesabaran, Ketegaanmu
mengajarkan aku agar tidak menyerah dalam menjalani hidup ini, senyummu adalah penuntun langkah ku untuk
mencapai kesuksesan.ku kelak. Dan semuanya hanya kupersembahkan untukmu ibu.
Maaf.kan anakmu ini Ibu yang terkdang keras kepadamu, tidak
pernah mendengar keluhan.mu , hanya bisa menyalahkan.mu, hanya bisa melihatmu menangis.
Tapi sungguh Ibu, aku menyesal akan perlakuanku yang sangat durhaka kepadamu,
maafkan anak.mu ini yang belum bisa berbuat apa-apa untukmu, hanya bisa melihat
dan menambah penderitaan.mu.
Seandainya waktu dapat diputar kembali walau sangat tak
mungkin, aku tidak ingin melihat wajahmu bersedih dan menangis lagi, tidak
ingin melihat wajah.mu yang suram karena kehidupan dunia. Aku hanya ingin
melihat wajahmu selalu tersenyum bahagia dan aku akan melakukan semuanya mulai
hari ini, dan semua itu hanya untukmu ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar